Kemahasiswaan

Mahasiswa Jurusan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Hindu STHD Klaten Jawa Tengah,  berasal dari berbagai latar belakang suku, tingkat pendidikan serta tingkat sosial ekonominya. Berdasarkan latar belakang pendidikannya, ada mahasiswa yang berasal dari tamatan Sekolah Menengah Umum, Sekolah Menengah Kejuruan, tamatan Diploma, Sarjana non Agama, dan lain-lain. Sedangkan berdasarkan tingkat sosial ekonominya, mahasiswa berasal dari tingkat sosial ekonomi rendah hingga tingkat sosial ekonomi yang tinggi.

1) Kelayakan Sistem dan Strategi Rekrutmen Mahasiswa

Sistem dan strategi perekrutan mahasiswa pada Jurusan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Hindu STHD Klaten Jawa Tengah mengacu pada ketentuan yang berlaku di lingkungan Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten. Adapun seleksi penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan melalui metode tes tertulis dan tes non tulis. Test tertulis  meliputi pengetahuan dasar Agama Hindu, Bahasa Indonesia, Pancasila dan UUD 1945. Sedangkan tes non tulis digunakan untuk mengetahui minat dan bakat calon mahasiswa yang dilaksanakan melalui psikotes dan wawancara.

Penjaringan mahasiswa baru dilaksanakan melalui berbagai metode dan strategi. Strategi yang dipergunakan dalam menarik calon mahasiswa baru dilakukan di antaranya melalui penyebaran brosur, leaflet, sosialisasi program, orientasi pengenalan kampus, dan pendekatan tersistem. Pendekatan tersistem dilakukan melalui kerjasama dengan lembaga-lembaga keagamaan Hindu seperti PHDI dan Bimas Hindu yang berada di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Mahasiswa Jurusan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Hindu STHD Klaten Jawa Tengah  berasal dari berbagai latar belakang suku, tingkat pendidikan serta tingkat sosial ekonominya. Berdasarkan latar belakang pendidikannya, ada mahasiswa yang berasal dari tamatan Sekolah Menengah Umum, Sekolah Menengah Kejuruan, tamatan Diploma, Sarjana non Agama, dan lain-lain. Sedangkan berdasarkan tingkat sosial ekonominya, mahasiswa berasal dari tingkat sosial ekonomi rendah hingga tingkat sosial ekonomi yang tinggi.

2) Kecenderungan Jumlah Penerimaan Mahasiswa.

Minat masyarakat untuk memasuki Jurusan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Hindu STHD Klaten Jawa Tengah cukup tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya jumlah mahasiswa baru yang mendaftar setiap tahunnya.

Adapun jumlah penerimaan mahasiswa baru, jumlah lulusan, dan Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa Jurusan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Hindu dalam lima tahun terakhir dapat dilihat dalam tabel berikut.

Jumlah Penerimaan Mahasiswa Baru Lima Tahun Terakhir dan Indeks Prestasi Kumulatifnya

Indeks Prestasi Kumulatifnya

Tahun Akademik Jumlah Mahasiswa Mendaf-tar Daya Tam-pung Jumlah  Maha-

siswa Diteri-ma

Jumlah

Maha-siswa

Baru

Jumlah

Lulusan

IPK Lulusan Presentasi Lulusan Dengan IPK
Min Rat Mak ≤ 2,75 2,75-3.40 ≥3,50
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 2
2004/2005 32 32 32 32 0 0 0 0 0 0 0
2005/2006 103 120 122 103 14 2,58 2,92 3,33 2 12 0
2006/2007 61 120 61 61 24 2,77 2,94 3,09 0 24 0
2007/2008 163 120 163 163 38 2,65 3,17 3,79 2 34 2
2008/2009 98 120 98 98 161 2,9 3,02 3,68 145 5
2009/2010 111 120 111 111

 

Data di atas menunjukkan bahwa peminat terhadap Jurusan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Hindu dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Untuk lebih meningkatkan  minat masyarakat memasuki Jurusan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Hindu, dilakukan berbagai terobosan. Diantaranya adalah dengan pemberian beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi mahasiswa berprestasi dan juga bagi mahasiswa yang berasal dari kalangan keluarga kurang mampu.

Upaya untuk penyaluran dan penyerapan lulusan dilakukan melalui pengadaan bursa kerja serta kerjasama dengan lembaga atau instansi yang  memiliki relevansi dengan kebutuhan tenaga kependidikan agama Hindu. Kerjasama tersebut diantaranya dengan Di Ketuaat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Departemen Agama RI, mengingat lembaga tersebut memiliki tugas dan wewenang untuk mengangkat dan menempatkan tenaga kependidikan agama Hindu di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, sejalan dengan ditetapkannya Pasraman sebagai lembaga pendidikan informal Hindu dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, maka kebutuhan tenaga kependidikan Hindu juga mengalami peningkatan. Hal ini merupakan salah satu peluang bagi keterserapan lulusan Jurusan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Hindu  di lingkungan STHD Klaten Jawa Tengah. STHD Klaten Jawa Tengah telah melakukan kerjasama dengan PHDI Jawa Tengah dan berbagai wilayah di Indonesia untuk pemenuhan tenaga pendidik yang dibutuhkan untuk proses pembelajaran dalam Pasraman-Pasraman yang sedang digalakkan oleh lembaga tertinggi umat Hindu tersebut.

Jumlah mahasiswa terakhir dari tahun 2005 / 2006 sampai dengan tahun 2009 / 2010 baik mahasiswa D2, D3, S1, dan S2 keseluruhannya dengan rincian berikut ini :

a.         Tahun akademik 2005/2006 mahasiswa berjumlah : 196 orang.

b.         Tahun akademik 2006/2007 mahasiswa berjumlah : 232 orang.

c.          Tahun akademik 2007/2008 mahasiswa berjumlah : 368 orang.

d.         Tahun akademik 2008/2009 mahasiswa berjumlah : 332 orang

e.          Tahun Akademik 2009/2010 mahasiswa berjumlah : 266 orang

Iklan
%d blogger menyukai ini: